Tips Bangkit dari Perceraian yang Menyakitkan

Pasangan manapun tak pernah memimpikan perceraian. Namun, jika hal itu bisa memperbaiki hubungan yang sudah tak harmonis, perceraian terpaksa menjadi jalan keluar.

Meski kerap dipilih sebagai solusi terakhir, perceraian tak jarang membuat seseorang terpuruk. Sedih, frustasi, atau bahkan depresi sering kali dialami oleh pelaku perceraian.

Nah moms, jika Anda tengah bersedih akibat perceraian, jangan terlalu larut ya? Apapun yang terjadi, tidak boleh membuat hidup Anda berhenti. Anda harus tetap melanjutkan kehidupan meski mungkin harus memulainya dari nol.

Berikut adalah tips bangkit menjalani hidup setelah perceraian, simak ya moms!

1. Berikanlah waktu kepada diri untuk berduka

Tak ada satupun pasangan menikah yang bercita-cita untuk bercerai! Psikoterapis Florence Falk, PhD, MSW, menyarankan jangan menyesali atau bertanya-bertanya kenapa hal itu terjadi, tapi berikan ruang untuk bersedih. Karena setegar apapun Anda, pasti ada rasa ingin menangis, hancur, atau tertekan. Ini hal yang sangat manusiawi. Nikmati itu semua sampai perasaan Anda lega. Berikan kesempatan pada hati untuk merenung, introspeksi dan mengambil hikmahnya.

2. Jadikan pengalaman

Jangan libatkan ketakutan Anda akan kegagalan hubungan di masa lalu untuk menjalin hubungan baru. Tapi libatkan perasaan atau emosi ketika Anda menjalani hubungan baru.

Psikolog Robert Alberti, PhD mengatakan, "Ini umum untuk menyapu bersih emosi di bawah meja, tapi Anda harus bekerja melalui mereka atau mereka akan mencemari kehidupan Anda ke depan." kata Alberti.

Bagaimanapun kegagalan masa lalu bisa menjadi pengalaman dan filter untuk menjalani hubungan baru agar merasa lebih baik.

3. Belajar berdamai dengan diri sendiri

Terkadang ada kecenderungan menolak diri sendiri karena sudah gagal dalam mempertahankan hubungan sebelumnya. Bahkan sampai membenci diri sendiri, sehingga enggan beraktivitas, menutup diri bahkan ingin bunuh diri. Jangan turuti emosi negatif ini ya moms. Sebaliknya, tetap berikan kepercayaan pada diri sendiri bahwa Anda bisa lebih berbahagia dari sebelumnya.

4. Tetap membuka diri

Perceraian kadang menimbulkan trauma untuk memulai hubungan baru. Pengalaman traumatik ini mungkin membuat Anda sudah malas atau menyerah untuk memulai kembali hubungan yang baru. Sebaiknya buang jauh-jauh perasaan itu moms. Jangan takut untuk tetap bersosialisasi, bergaul atau tetap bekerja seperti biasa. Jangan menutup diri untuk kemungkinan hubungan baru, meskipun itu hanya hubungan pertemanan dengan lawan jenis.

5. Lakukan hal baru

Mencoba hal baru mungkin bisa sedikit mengobati 'luka' akibat perceraian. Misalnya bepergian ke tempat yang cukup jauh, menepi dan menyepi sambil menikmati kesendirian pasca perpisahan. Mencoba olahraga ekstrim yang belum pernah Anda lakukan, seperti berkuda, menyelam atau berselancar. Atau mungkin Anda berpikir pindah ke tempat atau kota yang baru untuk mendapatkan suasana dan lingkungan baru.

So,  jangan menolak gagasan perubahan apapun. Selama Anda yakin perubahan itu dapat membuat Anda lebih hepi, kenapa tidak? Yang penting Anda mampu melakukan hal itu.

6. Nikmati kesendirian

Tidak ada yang salah dengan kesendirian. Ini hanya akan memberi waktu lebih bagi Anda untuk memikirkan dan memberi pertimbangan sebelum Anda memulai hubungan yang baru.

Justru saat-saat sendiri ini bisa Anda jadikan moment untuk melakukan banyak hal, yang sebelumnya mungkin tak bisa dilakukan. Misalnya hang out bersama sahabat. Menginap di luar kota bersama teman atau hanya bersama si buah hati.

7. Pertimbangkan hubungan transisi

Walau mungkin Anda merasa kesepian, tidak perlu terburu-buru untuk menetapkan pasangan baru.
Hal ini penting untuk mempertimbangkan seseorang yang tepat untuk mencegah kegagalan yang pernah terjadi.
Jangan takut menjalin beberapa hubungan sebelum Anda menemukan orang yang paling tepat.

8. Terima peran baru Anda

Ketika masih dengan pasangan  sebelumnya, mungkin Anda harus memutuskan segala sesuatunya bersama dia. Namun dengan perceraian, itu artinya keputusan berada di tangan Anda sendiri. Jadi nikmati peran baru Anda, semua sekarang terserah Anda. Namun tetap lakukan hal terbaik yang akan membuat Anda nyaman dan bahagia.

9. Kembali pada keluarga

Mungkin saat masih bersama pasangan, Anda sangat jarang bersilaturahmi dengan orangtua atau sanak saudara. Sekarang saatnya menjalin kedekatan dengan mereka. Kunjungi mereka setiap kali ada kesempatan dan nikmati kebersamaan yang sempat terhambat. Hal ini akan menambah semangat dan energi positif di tengah kegalauan perpisahan.

10. Lebih mendekatkan diri dengan sang Pencipta

Tidak bisa tidak, dari semua hal yang terjadi, ada kekuatan besar yang mengaturnya. Ya,  perpisahan bisa jadi adalah takdir yang tak bisa Anda hindari. Tak perlu lama terpuruk. Mengadu dan memohon lah yang terbaik pada sang pemilik alam semesta. Percayalah ini akan menambah kekuatan batin dan memperkaya pengalaman spiritual Anda.

So moms, kalau ingin menangis, menangislah. Jika ingin bersedih, bersedihlah. Tapi lakukan semua itu sewajarnya. Percayalah hidup ini tak hanya berisikan kesedihan semata. Bangkit lalu tersenyumlah, maka Anda akan menemukan banyak alasan untuk bahagia. Tetap semangat ya moms! [Tri]

astaga relationship hubungan suami istri perceraian rumah tangga