Dongeng Rangsang Daya Imajinasi Anak

Masa pandemi saat waktu pertemuan antara anak dan orang tua yang lebih banyak perlu dimanfaatkan untuk mempererat hubungan. Momen ikatan premium dapat dimanfaatkan aktivitas positif sesperti mendongeng.

“Selain sebagai cara meningkatkan bonding dengan anak, story telling atau mendongeng juga mampu membuat keterampilan sosial anak berkembang optimal,” ujar  psikolog anak dan keluarga Samanta Ananta MPsi dalam webinar dengan tema “Lotte Choco Pie Storytime, Together,” Sabtu (17/10).

Samanta menambahkan, mendongeng dapat meningkatkan kemampuan imajinasi anak dan kreativitas dan juga meningkatkan ikatan anak dan orang tua. Dongeng juga mampu memberikan perkembangan sosial yang baik karena di dalam dongeng ada norma-norma sosial dan etika yang peru dijaga.

Dongeng juga dapat merangsang keterampilan berbahasa. Karena orang tua yang mendongeng akan merangsang anaknya untuk menceritakan kembali. Selain itu mendongeng juga meningkatkan minat baca si anak.

Namun sayangnya anak-anak sekarang lebih suka bermain gawai ketimbang mendengarkan dongeng dari orang tua. Padahal jika terlalu sering perangkat digital seperti ponsel,tablet atau laptop dapat berdampak negative pada fisik dan psikis, seperti sakit mata, kurang tidur, stress, mudah marah, sulit konsentrasi, dan sejenisnya.

Agar anak tidak kecanduan gawai dan mau mendengarkan cerita dongeng dari orang tua menurut Samanta, orang tua perlu menghapus aplikasi pada gawai.  “Aplikasi Youtube dihapus dulu minimal sebulan. Kalau anak nangis-nangis ngak papa. Dia lagi belajar mengeluarkan sedihnya dia. Kita Cuma validasi mama tahu kamu sedih nggak ada youtube lagi ya. Tapi maaf Youtube itu nggak baik buat kamu,” katanya.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan orang tua adalah mempelajari cerita. Jika anaknya suka tokoh fiksi Ultraman maka perlu mempejari cerita tokoh fisik tersebyut. Gambar-gambar Ultraman kemudian bisa dicetak menjadi semacam wayang.

“Kita ajak  untuk mewarnai dulu. Lalu gambar Ultraman kita jadikan seperti wayang. Jadi kita yang bercerita. Lama-lama dijamin. Satu dua bulan anak lupa sama Youtube. Malah minta ayo mama bacain lagi. Aku mau dengar cerita mama,” ujar dia.

Cara tersebut selain mencegah anak keranjingan gawai juga membuat anak mau mendengarkan dongeng orang tua yang banyak memberikan manfaat. Orangtua harus berani membuat keputusan dan komitmen bersama keluarga.

Marketing Manager Lotte Indonesia Ingen Ate Malem Meliala, mengatakan keluarga Indonesia ditantang untuk mewujudkan premium bonding moment disaat pandemi sekarang ini. “Melalui “Lotte Choco Pie Storytime, Together" orang tua ditantang untuk mendongeng guna mendukung pertumbuhan dan kreatifitas anak dengan kegiatan yang positif dan edukatif,” ujar dia. [Koran Jakarta]

Dongeng