Bercinta - Beberapa perempuan mungkin mau mengungkapkannya rasa nyeri ketika bercinta pada pasangan, namun banyak juga yang memilih untuk mendiamkan hal ini dengan alasan malu atau takut membuat pasangan jadi terganggu.
Padahal dengan adanya rasa sakit terutama yang terjadi secara terus-menerus, berarti ada masalah pada 'properti' pribadi perempuan.
Umumnya rasa sakit, nyeri atau perih yang terjadi itu karena kurangnya lubrikasi pada miss V.
Bila suami cukup paham dengan adanya rasa sakit itu diharapkan suami bisa membantu dengan membuat istrinya lebih santai, memperpanjang foreplay atau bila perlu menggunakan lubrikan.
Pada beberapa kasus, kesakitan itu muncul karena beberapa hal. Di antaranya vaginismus, yaitu kontraksi otot miss v yang berlebihan karena terlalu tegang atau takut luka.
Kondisi yang biasa muncul karena perempuan berhubungan intim untuk pertama kalinya, atau karena si pria terlalu tancap gas. Perih juga dapat disebabkan oleh infeksi karena jamur. Penetrasi yang terlalu dalam dapat juga menyebabkan kesakitan dan demam.
Selain persoalan teknis bercinta, masalah yang lebih serius disebabkan oleh endometriosis, yaitu kondisi di mana endometrium, jaringan dalam uterus ternyata tumbuh di luar.
Rasa sakit dapat muncul karena ada kista dalam indung telur, gangguan pada otot panggul, kehamilan yang tumbuh di luar uterus, menopause yang menyebabkan miss v jadi kering alami, berhubungan intim terlalu cepat setelah kelahiran anak, dan bercinta saat penyakit kelamin mengganas.
Dapat juga disebabkan oleh luka pada saat melahirkan terutama setelah mengalami pengguntingan (episiotomy) pada perenium yaitu area antara miss v dan anus.
Rasa sakit saat berhubungan intim tidak selalu perlu bantuan medis. Hanya kesabaran dan pengertian pasangan. Semisal, selepas melahirkan paling tidak berpuasa enam minggu sebelum memulai bercinta lagi.
Para pria dituntut untuk lebih memahami kondisi fisik dan mental pasangannya. Apalagi menyangkut lubrikasi, sebab yang alami tentu lebih nyaman dan bermutu ketimbang mengandalkan pelumas dari apotek.
Sedangkan bantuan profesional kesehatan diperlukan jika rasa sakit itu makin membabi buta dan miss v tetap kering kerontang.
Keadaan ini umumnya pada wanita yang memasuki masa menopause. Dokter biasanya memberi resep krim estrogen.
Jika bantuan medis tidak juga meredakan rasa sakit sepertinya sudah berada diluar wilayah fisik. Sebaiknya melakukan terapi psikologis, barangkali ada masalah lain dalam hubungan rumah tangga. (Berbagai Sumber \ Ilustrasi Ist)

Bagi para lelaki, tunggu miss v basah dulu baru tancap gas.Jgn smbarangan. Sakit tau

Tq for article. I Know what it happen!

Wah, mantaf neh artikelnya jadi makin ngerti. Wah jadi pengen cepet-cepet nih. Mampir dong buat pembaca lain ke http://tempinovision.com

Thanks y artikelx bgus wat gw yg mo merit
Ngentot to gaul. . .
Ngentot to gaul. . . .081266778667