Astaga!HidupGaya - Kacang keledai yang selama ini jadi bahan baku penting untuk pembuatan tempe, tahu dan kecap kini berhasil dikembangkan jadi varietas baru yang tahan serangan jamur. Ini berarti para petani tak perlu takut lagi akan gagal panen atau menderita kerugian karena hama jamur.
Adalah negara Brazil yang berhasil mengembangkan varietas kacang kedelai yang tahan terhadap serangan jamur Asia. Setelah hasil temuan ini diumumkan ke publik, mereka siap memasarkan produk ini ke pasaran.
Varietas tahan jamur ini diberi nama Inox, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya "baja tahan karat'.
Selain tahan hama jamur, petani lokal yang menanam kedelai ini juga bisa mengurangi ongkos produksi. Bibit kedelai yang dikembangkan oleh Fundacao MT ini telah diuji coba dan terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian, demikian lansir Reuters, Kamis (28/5).
Sebagian besar wilayah Brazil terutama di wilayah pusat barat yang menjadi penghasil utama kedelai, memiliki kondisi iklim yang rentan terkena penyebaran hama jamur Asia.
"Kami telah mengamati bahwa menyemprotkan fungisida secara terus menerus pada tanaman kedelai akan menghilangkan efisiensi kedelai akibat kerusakan yang diakibatkan bahan kimia dalam fungisida," kata Dario Hiromoto, Direktur Fundacao MT.
Di beberapa daerah di Brazil, petani kedelai harus menyemprotkan fungisida empat hingga enam kali untuk menghindari serangan jamur. Jika sekali saja tidak ditangani, jamur Asia akan merusak hingga 80 persen lahan tanaman kedelai hanya dalam waktu satu minggu.
Rencananya Fundacao MT akan mulai memasarkan varietas kedelai ini pada bulan September atau Oktober pada saat musim tanam dimulai di pusat barat Brazil.
Mereka berharap dapat menanam varietas kedelai ini hingga 150.000 hektar lahan. Pada bulan berikutnya di tahun 2010 dan 2011 Fundacao berharap bisa memperluas penanaman Inox hingga enam juta hetar lahan.