Astaga!HidupGaya - Hari Buah Internasional, mungkin Anda tak menyadari kalau even tersebut hadir setiap 1 Juli. Ya, sejak 2007 lalu, seluruh dunia menyelenggarakan Hari Buah Internasional untuk mengingatkan masyarakat akan buah.
"Sejak 2007 lalu, berbagai negara di seluruh dunia merayakan Hari Buah Internasional. Tahun ini acara International Fruit Day Festival 2009 diadakan di Mauerpark Berlin, Jerman. Di sana berbagai delegasi dari berbagai bangsa berkumpul dengan buah kebanggaan masing-masing. Tujuannya adalah untuk saling bertukar informasi dan pengalaman dari sisi sosial, budaya, ilmiah dan ekonomi atas nama buah sebagai elemen pemersatu," terang Kathryn Monika Parapak, Senior Brand Manager Buavita dalam jumpa persnya di Jakarta.
Rupanya, buah dianggap sebagai simbol dari keragaman latar belakang penduduk dunia, dan lewat buah seluruh dunia bisa bersatu dalam harmoni.
Berangkat dari even tersebut, Buavita memanfaatkan momen Hari Buah Internasional untuk menyadarkan masyarakat akan manfaat buah bagi kesehatan. Terlebih bagi kita masyarakat yang tinggal di perkotaan, dimana buah hadir sebagai penyeimbang kinerja tubuh dengan sifat anti-oksidannya yang berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas. Hal itu dilakukan membagikan 5.000 Buavita gratis, di Bundaran Hotel Indonesia dan Bundaran Senayan.
"Kami ingin menyebarluaskan berbagai informasi dan pesan positif mengenai manfaat buah untuk kesehatan dengan cara yang kreatif sehingga pesan tersebut dapat langsung menyentuh masyarakat Jakarta. Buavita juga terus melakukan terobosan yang inovatif lewat teknologi modern dan standar higienis yang tinggi dari pemrosesan dan pengemasan produk kami, sehingga masyarakat dapat mengambil manfaat buah asli dengan minum Buavita," imbuh Kathryn.
Menurut ahli gizi klinik, Dr Samuel Oetoro, Sp G.K, peran buah di kota besar sangat penting. "Di Jakarta kontaminasi radikal bebas sangat tinggi, mulai dari asap rokok hingga asap kendaraan. Itu dari luar, dari dalam radikal bebas terjadi akibat stres. Jika dibiarkan, maka Anda akan mengalami penyakit degenerasi dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Untuk itu diperlukan anti oksidan untuk menangkalnya, dan anti oksidan banyak didapat dari buah dan sayuran," papar Dr Samuel.
Dijelaskan lebih jauh, konsumsi buah yang paling baik untuk menangkal radikal bebas adalah 10 buah perhari. Mungkin terlihat sulit, namun sebagai awal, Anda bisa mengkonsumsinya tiga buah, kemudian ditingkatkan menjadi lima hingga 10 buah per hari.
"Untuk sekedar sehat dan menghindari sariawan, asupan 2-3 buah per hari memang sudah cukup. Tapi untuk perawatan kulit dan menangkal radikal bebas, Anda bisa memulainya dengan mengkonsumsi 3 buah per hari, kemudian ditingkatkan menjadi 5 hingga 10 buah per hari," seru Dr Samuel.
Sebenarnya, untuk mengkonsumsi buah tidak harus melulu dalam bentuk padat. Buah bisa dikonsumsi lewat jus, buah potong ataupun rujak. "Bagaimana mengkonsumsinya, terserah Anda, harus dilihat dari kondisi. Tapi penting untuk dingat bahwa buah sangat dibutuhkan tubuh bukan hanya sekedar untuk memenuhi kadar vitamin tapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup," tutup Dr Samuel.
Sekedar informasi, data yang terkumpul menunjukkan bahwa tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia mengalami peningkatan yang menjanjikan. Tahun lalu, konsumsi buah di Indonesia mencapai 35,52 kg/kapita/tahun, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 37,5 kg/kapita/tahun.
Pemerintah sendiri melalui 'Visi Indonesia Sehat 2010' menargetkan bahwa konsumsi buah di Indonesia bisa mencapai 73 kg/kapita/tahun. Mengingat masih terdapat kesenjangan yang cukup jauh, maka upaya pencapaian ini harus terus digalakkan dengan didukung program-program kondusif yang melibatkan berbagai unsur di masyarakat, termasuk Buavita agar mampu menjadi pengganti buah sebagai bagian dari hidup sehat.
Jadi, jangan lupakan buah. Mari hidup sehat dengan mengkonsumsinya.