Beli Mobil atau Rumah Dulu, Ladies?

Memiliki rumah dan kendaraan roda empat adalah cita-cita pasangan muda yang baru menikah. Tapi apa daya, ketika kondisi keuangan harus memilih salah satu dari dua hal tersebut, mana yang harus didahulukan?

freepik

Biasanya pasangan muda yang masih mengedepankan gengsi akan memilih mobil sebagai barang berharga yang akan dibeli lebih dulu. Namun di sisi lain rumah adalah kebutuhan utama dan makin lama harganya makin meroket. Lantas apa yang mesti dilakukan?

So ladies biar ga bingung, coba pertimbangkan hal berikut:

1. Mana yang lebih dibutuhkan mobil atau rumah?

Ladies, jangan mengandalkan keinginan semata ya!  Pikirkan matang-matang apa kebutuhan yang lebih utama sekarang ini.  Jika kamu masih tinggal dengan orangtua atau mertua, dan merasa belum terlalu butuh tempat tinggal kamu bisa menaruh mobil di urutan nomor atas skala prioritas.

Namun, jika kamu ingin segera hidup mandiri dan tak ingin menumpang pada orangtua atau mertua dan juga tak ingin mengontrak rumah, maka ada baiknya kamu segera mengajukan KPR.

2. Hitung cash flow dan gaji tiap bulan

Setelah memutuskan ingin membeli apa, sekarang waktunya menghitung cash flow tiap bulan. Apakah gaji yang kamu dan pasangan bisa menutupi kebutuhanmu sekaligus cicilan mobil atau rumah? Jika belum, maka kamu dan pasangan perlu mencari tambahan penghasilan supaya cicilan dan kebutuhan bulanan bisa terpenuhi.

3. Siap dengan segala konsekuensinya

Jika dilihat, nampaknya cicilan rumah lebih mahal dan jangka waktunya lebih lama. Namun, jangan lupa jika memutuskan untuk membeli mobil, maka kamu juga harus siap dengan uang pajak sekaligus biaya perawatan yang dikeluarkan tiap bulan. Mulai dari parkir, bahan bakar, servis, ganti oli, hingga asuransi yang tentu biayanya tidak sedikit.

4. Rumah subsidi pemerintah bisa jadi  solusi

Sekarang ini pemerintah sudah menyediakan banyak rumah subsidi di berbagai daerah. Mulai dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Solo, Jogja, Semarang, Surabaya, Mojokerto, Jember, dan banyak daerah lainnya. Dengan harga jual sekitar 100 jutaan, kamu bisa memiliki rumah dengan luas tanah berkisar 60m dan luas bangunan 30m. Dengan program KPR, rumah ini bisa kamu angsur hingga 20 tahun lamanya. Tentunya harga rumah ini sangat terjangkau karena per bulannya kamu hanya perlu mengangsur sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta saja. Tapi tentu saja, sesuaikan dengan lokasi kerja dan aktivitas  kamu selama ini ya.

5. Mana investasi yang lebih menguntungkan? Rumah atau mobil?

Kedua benda ini memang aset kekayaan dan bisa digunakan untuk investasi jangka panjang. Jika kamu memilih beli mobi, kamu bisa menggunakannya untuk investasi dengan cara disewakan, mencari uang tambahan dengan jadi driver taksi online, hingga buka bisnis antar jemput anak sekolah. Di sisi lain, rumah juga bisa dijadikan investasi yang tak kalah menguntungkan dan bisa jadi sumber pendapatan lainnya. Kamu bisa menyewakannya atau bahkan membuka kos-kosan.

6. Harga rumah makin lama makin mahal, sedangkan mobil sebaliknya

Ini adalah hal yang perlu kamu pertimbangkan. Harga rumah dan mobil itu berbanding terbalik. Jika dijual kembali harga rumah makin naik tiap tahunnya, sedangkan mobil akan merosot karena merupakan benda bergerak. Contohnya saja, harga rumah akan naik 2 hingga 3 kali lipat pada 2-3 tahun mendatang. Sedangkan mobil mengalami penyusutan 5-10% tiap tahunnya.

So ladies, mana yang jadi prioritas ketika memilih beli mobil atau rumah sangat tergantung dengan kebutuhanmu dan pasangan. Cek dengan seksama mana opsi yang relevan dengan ‘kebutuhan’ terkini dan akan datang.

Mobil dan rumah memang sama-sama menjadi aset kekayaan. Cuma yang perlu diperhatikan, rumah menjadi investasi yang menjanjikan dalam jangka panjang dibanding kendaraan.

Jangan lupa ya ladies, kedua opsi itu haruslah memberi nilai lebih pada hidup kalian. Berikutnya, bila membeli dengan opsi kredit, perhatikan cash flow pribadi. Hal ini sebagai antisipasi agar tidak ada risiko di tengah jalan yang bisa mengganggu kelangsungan hidup kalian. [Tri]

astaga wanita wanita karir rumah mobil investasi keuangan lifestyle