Berapa Idealnya Uang Saku Untuk Anak?

Apakah uang saku yang anda berikan untuk anak jumlahnya sudah ideal, atau justru berlebihan untuk anak seusianya.

Memberikan uang saku pada anak adalah hal yang wajar. Terutama untuk anak-anak usia sekolah. Memberi uang saku justru akan menjadi ajang belajar bagi anak dalam mengelola uang untuk memenuhi kebutuhan mereka, sebelum mereka dewasa.

Tapi, sebenarnya berapa sih uang saku yang tepat untuk kita berikan pada anak-anak kita? Jawabannya tentu tidak ada jumlah yang pasti! Karena tiap usia, anak membutuhkan jumlah uang saku yang berbeda. Begitu pula dengan tingkat penghasilan orang tua, gaya hidup dan aktivitas anak yang berbeda-beda.

Salah satu hal yang penting untuk dipelajari anak adalah fungsi uang. Sebagai alat pembayaran, uang memiliki 3 fungsi. Yaitu untuk dibelanjakan saat ini, ditabung untuk masa depan dan disedekahkan atau untuk berbagi dengan orang lain.

Sebagai orang tua, kita perlu mengajari anak 3 fungsi uang tersebut. Tentu saja, uang saku perlu dibelanjakan anak untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Tetapi, jika terbiasa untuk selalu menghabiskan uangnya, anak bisa lupa bahwa uang juga perlu ditabung untuk kebutuhannya di masa yang anak datang. Dan tentu saja, sebagai mahluk sosial, anak perlu belajar untuk berbagi dengan uangnya.

Lalu berapa jumlah uang saku yang pas? Anak-anak di bawah umur 9 tahun mungkin hanya membutuhkan uang untuk jajan di sekolah dan ongkos kendaraan umum untuk yang tidak diantar jemput.

Sedangkan kebutuhan anak-anak yang lebih besar, selain untuk jajan makanan dan ongkos kendaraan umum juga ditambah dengan pulsa. Bahkan saat ini mereka terbiasa membelanjakan uang untuk membeli aplikasi dan musik di gadget mereka. Ingat loh moms,   remaja masa kini juga membutuhkan uang untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Sejauh masih wajar, tentu tidak masalah.

Nah moms, agar Anda tidak bingung dalam memberi uang saku untuk anak, perhatikan hal berikut ini:

Perkirakan kebutuhan belanja anak. Apakah Anda hanya akan memberikan uang saku untuk keperluan di sekolah, atau termasuk dengan biaya-biaya ‘gaul’ anak Anda? Diskusikan bersama anak Anda, dan jadikan ini kesempatan untuk mengajari mereka tentang budgeting atau rencana pengeluaran

1. Pisahkan uang saku harian/mingguan dan bulanan untuk anak yang telah beranjak remaja atau telah cukup mengerti tentang uang (biasanya di atas 10 tahun)

2. Sesuaikan jumlah uang saku dengan kemampuan Anda. Idealnya, jumlah total pengeluaran tiap anak (termasuk biaya sekolah, ekstra kurikuler dan uang saku) adalah maksimal 10% dari pendapatan. Uang saku yang terlalu besar akan memberatkan Anda, sementara uang saku yang terlalu sedikit akan membuat mereka kurang bisa belajar mengambil keputusan dalam menggunakan uangnya.

3. Ajak mereka mengobrol tentang uang. Financial literacy merupakan salah satu kemampuan yang sangat diperlukan saat mereka dewasa nanti. Dengar cerita mereka saat membelanjakan uangnya, beri motivasi untuk menabung dan lebih cerdas berbelanja. Beri juga kesempatan pada anak untuk belajar berbagi dengan tepat.

4. Ajari alokasi penggunaan uang di luar uang saku. Uang yang didapat anak dari hadiah lebaran/ulang tahun, misalnya, bisa digunakan untuk membeli kebutuhan non rutin yang mereka inginkan (misalnya sepatu baru/gadget).

Jangan pernah menjadikan uang saku sebagai imbalan untuk melaksanakan kewajibannya. Terkadang, orangtua berjanji pada anak-anak untuk menambah uang saku jika mereka mau belajar atau mengerjakan peer. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Bagaimanapun, tugas tersebut adalah tanggung jawab anak sebagai pelajar. Jika Anda menjanjikan embel-embel atas kewajiban yang sudah seharusnya dilakukan anak-anak, dikhawatirkan  akan membuat mereka menjadi pemalas dan tidak mau melakukan hal tersebut jika tidak diberikan imbalan.

Nah moms, semoga ga bingung lagi ya dalam memberi uang saku untuk si buah hati. Jangan lupa, dalam memberi uang saku pada anak, ajari juga tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Satu hal yang sangat penting ajari mereka untuk bertanggung-jawab pada uangnya. Anak harus tahu, bahwa uang tidak didapat dengan mudah, melainkan perlu waktu dan kerja keras. [Tri]

Uang saku anak Uang Jajan Keuangan Pengelolaan Keuangan