Presiden targetkan gedung pusat perizinan beroperasi 2018

Presiden Joko Widodo menargetkan kepada jajarannya bahwa pada awal 2018, pemerintah harus sudah memiliki gedung pusat yang khusus mengelola perizinan.

Presiden dalam kesempatan di Bursa Efek Indonesia (BEI),  juga mengkritisi penerbitan untuk sekuritisasiaset KIK EBA Mandiri JSMR01 milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSM) yang sampaimemakan waktu sembilan bulan. Presiden, mengatakan gedung tersebut akan menjadilokasi pengurusan perizinan dengan sistem "single submission" ataupengajuan tunggal. "Ini sistemaplikasi pengurusan ini harus disiapkan. Semua harus diurus dengan SingleSubmission," ujarnya.


Jokowi menuturkan penyederhanaan perizinan harusditerapkan di seluruh instansi. Jajaran pemerintah, yang masih memilikibirokrasi rumit perizinan, akan ditegur oleh Presiden.
"Dulu juga sangat sulit urusan di BadanKoordinasi Penanaman Modal (BPKM) sampai bertahun-tahun. Nyatanya sekarang bisatiga jam terbit delapan izin. Saya juga sampaikan kepada para Menteri jangansampai bulanan atau tahunan," ungkap Presiden.

Presiden dalam kesempatan itu pula,  memimpin peresemian pencatatan investasisekuritisasi aset KIK EBA Mandiri JSMR01 milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk(JSMR). Surat berharga tersebut berbasis pendapatan Tol Jakarta Bogor-Ciawi(Jagorawi). (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir keuangan industri