RI Tawarkan Produk Bernilai Tambah

Perusahaan dari Rusia, Rostec, telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) untuk keperluan imbal dagang.

Kemajuan pergadangan ini memacu Indonesia untuk melakukan pengembangan di bidang perdagangan dan usaha. 

Pemerintah Indonesia menawarkan produk ekspor yang bernilai tambah untuk imbal dagang dengan Rusia. Melalui produk ekspor itu, diharapkan semakin banyak pelaku usaha berorientasi ekspor dapat menafaatkan peluang ekspor melalui skema imbal dagang.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito. “Kita akan menyampaikan daftar produk-produk ekspor yang bernilai tambah untuk imbal dagang dengan Rusia,” kata Enggartiasto. Skema imbal dagang dengan Rusia dilakukan dalam rangka pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia dengan nilai sekitar 1,14 miliar dollar AS.

Nilai imbah dagang produk ekspor tersebut sekitar 50 persen dari nilai pembelian pesawat atau sekitar 570 juta dollar AS. Dengan nilai tukar rupiah Rp 13.338 per dollar AS, nilai imbal dagang mencapai Rp 7,60 triliun. 

“Saya ingin nilainya lebih dari 570 juta dollar AS,” kata Enggartriasto. Produk ekspor yang bernilai tambah itu antara lain produk minyak kelapa sawit, produk karet, produk tekstil, produk makanan jadi atau makanan olahan, dan furnitur.

Dengan adanya produk ekspor yang bernilai tambah tersebut, ujar Enggartiasto, diharapkan lebih banyak pelaku usaha yang dapat ikut serta dalam imbal dagang sehingga dapat meningkatkan perdagangan RI dengan Rusia.

Enggartiasto menambahkan, perusahaan dari Rusia, Rostec, telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) untuk keperluan imbal dagang. Ia belum dapat memastikan kapan proses imbal dagang dilakukan karena oroses itu bergantung juga pada Kementerian Pertahanan. 

Direktur Utama PT PPI Agus Andiyani mengatakan, PT PPI masih melakukan sosialisasi dengan sejumlah asosiasi pelaku usaha.

“Kami mengumpulkan pelaku usaha dari sejumlah asosiasi dan memberitahukan ada peluang ekspor ke Rusia dalam imbal dagang,” kata Agus kepada beberapa pelaku usaha, seperti kopi, karet, CPO, furnitur, dan makanan. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir investasi keuangan produk